pedestrian-malioboro-ok-370x247
Kuliner & Wisata

Terpusat di Malioboro, Wisata Belanja Di Jogja Perlu Alternatif

Malioboro sebagai destinasi wisata belanja masih menjadi magnet bagi wisatawan domestik yang menghabiskan libur akhir pekan di kota Jogja. Akibatnya, kemacetan dan kurangnya lahan parkir menjadi persoalan krusial yang tak kunjung usai.

“Padahal, potensi wisata belanja di Jogja itu bisa dikembangkan selain di Malioboro. Di antaranya di kawasan Jalan Urip Sumohardjo dan Umbulhardjo [XT Square],” ujar Ketua Asosiasi Travel Agent Indonesia (Asita) DIY, Udhi Sudiyanto.

Udhi memapatkan pada saat libur akhir pekan, sebagian besar wisatawan yang datang merupakan wisatawan domestik. Tidak seperti karakter wisatawan mancangera yang lebih memilih potensi budaya yang dimiliki Jogja sebagai daya tarik untuk berlibur di kota ini.

Bagi wisatawan domestik, Malioboro merupakan kawasan surga belanja yang cukup ikonik sehingga tidak mengherankan jika kepadatan wisata masih terpusat di kawasan ini.

“Jalan Urip Sumohardjo itu bisa jadi alternatif, jika bisa dikembangkan sebagai kawasan wisata belanja. Di sepanjang jalan tersebut terdapat pusat perbelanjaan. Ini bisa dijadikan solusi untuk memecah kepadatan di Malioboro,” lanjut Udhi.

Kendati beberapa titik dapat dikembangkan sebagai wisata belanja alternatif, tetap diperlukan perencanaan dan penataan yang tepat. Pasalnya, selama ini wisata belanja di Malioboro memberikan dampak pada kemacetan lalu lintas dan terbatasnya lahan parkir terutama di pusat kota.

Lebih lanjut Udhi menjelaskan, lahan parkir yang terbatas membuat sejumlah angkutan umum, seperti bus pariwisata dan kendaraan pribadi tidak mendapatkan tempat parkir. Hal itu berdampak pada kondisi lalu lintas yang terjebak macet di tengah kota.

“Jangan sampai keberdaan destinasi belanja yang baru memberikan dampak yang sama, yakni kemacetan dan minimnya lahan parkir,” tutup Udhi.

Baca Lengkapnya :

harianjogja.com

Post Comment


6 + 4 =