candine
Hiburan Kuliner & Wisata

Selain Prambanan, 6 Candi ini Layak Dikunjungi

Yogyakarta tak hanya dikenal sebagai kota pendidikan dan budaya. Namun, dikenal sebagai tempat wisata yang menarik sekaligus layak dikunjungi. Aneka wisatanya bervariasi, dimulai dari wisata budaya, tempat kuliner, hingga wisata candi yang sangat terkenal.

Yogyakarta memiliki sejumlah candi dan tidak hanya terpatok pada Candi Prambanan. Keberadaan candi sarat akan nilai seni dan arsitektur klasik yang mengagumkan. Sebagai sebuah hasil peradaban manusia, candi sangat kental dengan nilai-nilai sejarah dan menceritakan tentang bagaimana masyarakat manusia di tempat itu menjalani kehidupannya pada era dibangunnya candi tersebut. Ini dia enam candi lain yang berada di Yogyakarta dan layak dikunjungi :

1. Candi Kalasan
Candi Kalasan atau disebut juga Candi Tara adalah bangunan suci yang dipersembahkan bagi Dewi Tara, juga menjadi biara bagi para pendeta. Candi Kalasan dibangun sebagai penghargaan atas perkawinan Pancapana dari dinasti Sanjaya dengan Dyah Pramudya Wardhani dari dinasti Syailendra.

Candi Kalasan ini selesai dibangun pada tahun 778M sehingga merupakan Candi Buddha tertua di Yogyakarta. Tempat wisata candi ini terletak di Kalibening, Desa Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman. Bangunan Candi Kalasan mempunyai tinggi 34 meter, panjang dan lebar 45 meter.

2. Candi Sewu
Candi Sewu merupakan candi Buddha yang dibangun pada abad ke-8, berjarak sekitar 800 m sebelah utara Candi Prambanan. Candi Sewu adalah kompleks candi Buddha terbesar kedua setelah Candi Borobudur, berusia lebih tua ketimbang Candi Prambanan

Meskipun aslinya terdapat 249 candi, oleh masyarakat setempat candi ini dinamakan Sewu yang berarti seribu dalam bahasa Jawa. Penamaan ini berdasarkan kisah legenda Loro Jonggrang. Secara administratif, kompleks Candi Sewu terletak di Dukuh Bener, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Propinsi Jawa Tengah.

3. Candi Sambisari
Candi Sambisari merupakan salah satu candi peninggalan masa kejayaan Hindu di tanah Jawa, terletak di wilayah Kabupaten Sleman. Candi beraliran Syiwaistis yang dibangun pada abad X oleh Wangsa Syailendra ini ditemukan pada tahun 1966 secara tidak sengaja oleh seorang petani dari Desa Sambisari yang bernama Karyoniangun ketika sedang mencangkul di ladangnya.

Berdasarkan penelitian geologis terhadap batuan candi dan tanah yang telah menimbunnya selama ratusan tahun, candi setinggi 7,5 m ini diperkirakan terkubur oleh material letusan dahsyat Gunung Merapi pada tahun 1006 M. Selanjutnya, dari hasil penggalian yang dilakukan pada bulan Juli 1966, diperoleh kepastian bahwa daerah tersebut memang adalah sebuah situs candi.

4. Candi Ratu Boko
Hanya berjarak sekitar 3 km arah selatan dari Candi Prambanan, terdapat peninggalan Kerajaan Mataram Kuno lainnya, yakni kompleks Candi Ratu Boko. Candi Ratu Boko ini dibangun pada masa pemerintahan Rakai Panangkaran, salah satu keturunan Wangsa Syailendra. Menurut para ahli sejarah, candi ini bersifat multifungsi, yakni sebagai benteng keraton, tempat ibadah, dan gua. Candi Ratu Boko memiliki keistimewaan, yakni memiliki sifat profan yang ditunjukkan dengan keberadaan keputren dan paseban.

5. Candi Sari
Candi Sari terletak tidak jauh dari Candi Kalasan, sekitar 3000 m arah timur. Candi ini merupakan bangunan agama Buddha, terlihat dari stupa yang terdapat di puncaknya. Candi Sari ini diperkirakan dibangun pada abad ke-8 masehi pada periode pemerintahan Rakai Panangkaran bersamaan dengan masa pembangunan Candi Kalasan.

Pintu masuk  menuju bagian dalam Candi Sari terkesan apa adanya dikarenakan bagian tangga depan mengalami kerusakan. Saat ini bilik penampil tersebut sudah tidak bersisa, sehingga pintu masuk ke ruang dalam candi dapat langsung terlihat. Hiasan di bingkai dan Kalamakara di atas ambang pintu sangat sederhana, karena hiasan yang indah terletak di dinding luar bilik pintu.

6. Candi Ijo
Candi Ijo adalah nama sebuah kompleks percandian yang terletak di Bukit Ijo. Nama candi tersebut diambil dari nama lokasi dibangunnya candi yang oleh masyarakat setempat dinamakan “Gumuk Ijo” (gumuk = bukit). Bukit Ijo merupakan perbukitan tertinggi di wilayah Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, dengan puncak tertinggi sekitar 410 meter di atas permukaan laut (dpl).

Lokasi Candi Ijo sendiri berada pada ketinggian 357,402 m – 395,481 m dpl. Lokasi ini merupakan lokasi candi tertinggi dibandingkan candi-candi lainnya di wilayah Yogyakarta. Maka tak heran jika di kalangan penikmat wisata purbakala, Candi Ijo juga dikenal dengan sebutan ‘Candi Tertinggi‘ di Yogyakarta.

Kompleks Candi Ijo sebetulnya masih berada dalam satu perbukitan dengan candi-candi lain, semisal Candi Ratu Boko, Candi Barong, serta Candi Banyunibo. Candi-candi tersebut berada di atas perbukitan kapur Kecamatan Prambanan. Candi Ijo sendiri diperkirakan dibangun sekitar abad ke-9 Masehi.

Baca Lengkapnya :

krjogja.com

Post Comment


5 + 8 =