razia-karaoke-satpol-pp-kulonprogo-370x246
Berita Jogja Bisnis

RAZIA KULONPROGO : Tandai Karaoke Ilegal, Petugas Pasang Spanduk Penutupan

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kulonprogo kembali melakukan razia sejumlah tempat karaoke ilegal yang ada di wilayah Temon, Kulonprogo, Rabu (16/8/2017) kemarin. Petugas memasang spanduk tanda penutupan pada pagar usaha hiburan itu.

Plt Kepala Satpol PP Kulonprogo, Duana Heru Plt Kepala Satpol PP Kulonprogo mengatakan, razia hari itu menyasar Karaoke Caesar dan Dewata di Temon.

“Beberapa hari sebelumya, kedua karaoke ini terpantau masih buka secara kucing-kucingan. Warga juga resah dengan keberadaan karaoke tersebut,” ucap Duana.

Saat didatangi petugas, baik Caesar maupun Dewata sama-sama tutup. Tidak ada respon apapun dari dalam saat petugas meminta agar pemilik atau pengelola untuk membuka pintu gerbang. Tim terpadu yang juga didukung personel TNI/Polri kemudian melakukan pemasangan spanduk sepanjang tiga meter pada pagar bagian depan tempat karaoke. Spanduk itu menegaskan jika usaha hiburan itu telah ditutup Pemkab Kulonprogo karena melanggar Peraturan Daerah No.6/2015 tentang Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP).

Duana mengungkapkan, Caesar dan Dewata sudah ditutup sejak 2016 lalu.

“Sebelumnya sudah ada stiker penyegelan juga tapi terlalu kecil ukurannya. Akhirnya kami buatkan yang besar agar masyarakat tahu kalau karaoke tersebut ilegal sehingga diharapkan mengurungkan niat untuk karaoke di situ,” kata Duana.

Duana lalu memarpakan, operasi penertiban bersama tim terpadu akan terus dilakukan. Jika ditemukan ada tempat karaoke ilegal yang masih beroperasi, petugas bisa saja melakukan penyitaan terhadap alat-alat karaoke. Tindakan itu sebelumnya sudah diterapkan pada beberapa tempat karaoke di wilayah Wates dan Glagah.

“Harapannya usaha pariwisata jenis hiburan karaoke yang ilegal itu bisa tutup selamanya,” ujar dia.

Baca Lengkapnya :

harianjogja.com

Post Comment


3 + 4 =