desa budaya
Berita Jogja

Pemkab Sleman Kembangkan Desa Budaya Lebih Serius

Pemerintah DIY membrikan perhatian khusus pada desa budaya yang ada di kabupaten/kota DIY. Oleh sebab itu pemerintah kabupaten Sleman, terus menggencarkan berbagai program untuk memelihara dan mengembangkan keberadaan desa budaya yang ada di Kabupaten Sleman.Di kabupaten Sleman ada belasan belasan desa budaya yang telah ditetapkan oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Aji Wulantara selaku Plt Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Sleman mengatakan bahwa sebenarnya semua desa memiliki dasar budaya masing-masing,  hanya saja berdasarkan dengan ketetapan oleh Gubernur DIY di  kabupaten Sleman ada 12 desa budaya.

Desa budaya di Sleman tersebut adalah Sinduharjo-Ngaglik, Bangunkerto-Turi, Sendangmulyo-Minggir, Argomulyo-Cangkringan, Wedomartani-Ngemplak, dan Banyurejo-Tempel. Sedangkan sisanya Wonokerto-Turi, Margodadi-Seyegan, Pandowoharjo-Sleman, Sendangagung-Minggir, Girikerto-Turi, dan Margoagung-Seyegan.

Disbud Sleman menuturkan bahwa ke depan berencana untuk mengembangkan seluruh desa budaya tersebut agar eksistensinya tetap bisa dipertahankan. Hanya saja untuk tahun ini, pengembangan yang dilakukan oleh Pemkab Sleman baru difokuskan pada enam desa budaya di Sleman. Langkah ini dipilih agar pengembangan desa budaya berlangsung secara bertahap dan menyeluruh. Adapun pendanaan pengembangan desa budaya dimasukkan dalam kegiatan pengembangan nilai budaya secara keseluruhan. Seperti yang Aji tuturkan bahwa anggaran program pengembangan nilai budaya tahun 2017 sebesar Rp 476 juta.  Selain untuk pengembangan desa budaya, anggaran tersebut juga diperuntukkan bagi kegiatan upacara adat dan tradisi di berbagai wilayah. Untuk mendukung program tersebut, Disbud Sleman mendorong agar setiap kantor kecamatan memiliki alat-alat seni budaya seperti gamelan. Hingga saat ini, menurut Aji, baru ada 10 kantor kecamatan di Sleman yang memilliki gamelannya sendiri.

Wasita selaku Kepala Bidang Dokumentasi Sarana dan Prasarana Kebudayaan Disbud Sleman menuturkan, jika pengembangan desa budaya lebih ditekankan pada pelestarian budaya yang ada di desa tersebut. Meski demikian, program ini harus tetap disesuaikan agar bisa terintegrasi dengan visi smart regency Sleman. Hal ini bertujuan agar masyarakat Sleman lebih sejahtera, mandiri, dan berbudaya. Tapi tetap terintegrasi dengan sistem E-Government Sleman. Maka itu, pengembangan desa budaya juga tidak akan lepas dari peran teknologi informasi di dalamnya.

Baca Lengkapnya :

republika.co.id

Post Comment


5 + 1 =