UJA-LBH-370x247
Berita Jogja Bisnis

Pasar Kembang Dihapus dari Pasar Tradisional, Bagaimana Nasib Pedagang di Area Tersebut?

Pemerintah Kota Jogja akan menghapus Pasar Kembang dari daftar pasar tradisional di Kota Jogja. Alasan penghapusan karena pasar di sisi selatan Stasiun Tugu tersebut lahannya sudah dimanfaatkan PT.Kereta Api Indonesia (KAI).

Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Jogja, Nasrul Khoiri mengaku belum tahu adanya penghapusan satu pasar tradisional. Namun demikian, komisi bidang pendapatan daerah dan pasar ini akan mengklarifikasi terkait penghapusan pasar tradisional dalam waktu dekat.

Ia mengatakan jika penghapusan Pasar Kembang karena lahan Sultan Grond (SG) itu akan digunakan KAI, maka kondisi yang sama juga harus ada evaluasi pada status pasar tradisional lainnya yang berada di lahan SG.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyatakan, “Meski Pasar Kembang dicabut statusnya sebagai pasar tradisional, tidak serta merta menghilangkan hak eks pedagang Pasar Kembang yang memiliki kartu bukti pedagang untuk tetap mendapatkan perlindungan dan jaminan keberlangsungan usaha,” tegas Nasrul.

Sekadar diketahui puluhan pedagang Pasar Kembang digusur pada 5 Juli lalu karena dianggap menempati lahan milik PT KAI. Sejak puluhan tahun lalu pedagang Pasar Kembang berjualan atas izin dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Jogja, bahkan sebagian los di pasar tersebut yang membangun adalah Pemerintah Kota Jogja.

Meski menolak digusur dengan alasan memiliki hak berjualan, para pedagang akhirnya mengosongkan lahannya. Lahan tersebut kini sudah rata dengan tanah dan rencananya akan dibuat trotoar yang terhubung sampai Malioboro. Penataan kawasan Pasar Kembang merupakan bagian dari penataan kawasan Stasiun Tugu yang sudah lama dicanangkan, namun baru dapat terealisasi sekarang.

Baca Lengkapnya :

harianjogja.com

Post Comment


7 + 3 =