panorama-alam-yang-menawan-di-sekitar-jembatan-plunyon2_20170629_122800
Kuliner & Wisata

Merasakan Suasana Pagi Hari Nan Sejuk Sembari Menikmati Panorama Alam Di Jembatan Plunyon

Daerah Istimewa Yogyakarta dikenal memiliki sederet destinasi wisata yang beragam, setiap kabupaten di DIY memiliki banyak potensi wisata alam yang memikat

Namun kebanyakan wisatawan selalu mengunjungi tempat-tempat wisata yang sudah populer di Yogyakarta dan terkesn itu-itu saja.

Di kabupaten Sleman, ada salah satu tempat wisata yang sudah dikenal cukup lama namun masih sangat sunyi dengan panorama alam yang menawan yaitu Jembatan Plunyon.

Terletak di desa Kedungsriti, Umbulharjo, Hargobinangun, Pakem Sleman, Jembatan Plunyon turut menjadi saksi bisu sejarah ganasnya Wedhus Gembel (Awan Panas) dari erupsi merapi tahun 2010 silam.

Suasana di jembatan Plunyon tersebut masih sangat sejuk dan panorama alamnya masih sangat alami.

Menurut seorang warga sekitar yang sedang mencari rumput untuk pakan ternak, jembatan tersebut dibuat sekitar tahun 80 an.

“Jembatan Pluyon ini dibangun sekitar tahun 80an, walau tekstur penyangga jembatan ini terlihat nampak seperti buatan zaman Belanda,” papar Sutikno.

Pemandangan alam di Jembatan Pluyon tersebut berupa pegunungan-pegunungan kecil hijau nan asri, serta kedung-kedung kecil yang memiliki aliran air yang sangat jernih.

Di pagi hari anda bisa menikmati sejuknya udara berkabut, serta kicauan burung yang hidup liar di pepohonan hutan pinus dan cemara disekitarnya.

Lebar jembatan Pluyon tersebut kurang lebih hanya 2 meter, sehingga hanya bisa dilalui oleh pejalan kaki atau kendaraan roda dua.

Kondisi jembatan tersebut sedikit rusak di pembatasnya, karena terjangan dahsyatnya awan panas pada tahun 2010 silam.

Beberapa pepohonan nampak kering dan tidak lagi mengeluarkan dedaunan, namun pohon-pohon tersebut masih kokoh tertanam dan membuat suasana nampak artistik.

Tempat ini baru ramai dikunjungi wisatawan pada siang hari saja di saat hari libur.

Namun demikian, di tempat tersebut tak jarang juga orang yang mendirikan kemah dan bermalam di sekitar jembatan tersebut.

Seperti yang dilakukan Erwin salah seorang wisatawan asli Yogyakarta tetapi bekerja di Jakarta. Ia berkemah bersama istri dan keempat anaknya,

Ia juga membawa seekor Anjing Rottweiler, maklum saja ia salah satu anggota JRC (Jogja Rottweiler Community). Menurutnya berkemah di jembatan Pluyon menjadi sesuatu yang menarik bagi ia dan keluarganya.

“Sudah dari kemarin siang saya berkemah bersama keluarga saya, disini tempatnya masih sejuk dan alami. Kalau pagi seperti ini udaranya sangat sejuk dan kicauan burungnya sangat bagus,” ujar Erwin.

Ia juga menambahkan bahwa saat malam hari yang cerah bintang-bintang di langit sangat terlihat indah bulan yang terlihat dari celah-celah pepohonan menjadi panorama yang indah baginya.

Jembatan Pluyon tersebut juga menjadi spot unik untuk berfoto, bentangan jembatan yang melintasi sungai dibawahnya mampu memberi nuansa tersendiri dan akan menghiasi pada setiap frame foto anda.

Jembatan ini membentang melewati aliran kali kuning yang ada dibawahnya.

Untuk menuju ke lokasi wisata Jembatan Pluyon ini, dari kota Yogyakarta anda bisa melalui Jalan Kaliurang. Setelah itu ikuti jalan hingga ke persimpangan Pakem, ambil jalan ke kanan menuju arah Cangkringan ikuti jalan terus.

Sampai di retribusi Cangkringan anda masih terus lurus sekitar 1 Km hingga ada pertigaan kecil, belok ke kiri dan ikuti jalan yang sebagian telah beraspal dan sebagian lagi masih berupa tanah kira-kira 900 meter, Anda pun akan sampai di lokasi Jembatan Pluyon tersebut.

Baca Lengkapnya :

tribunnews.com

Post Comment


6 + 4 =