desa sumber gunungkidul
Kuliner & Wisata

Mengobati Kerinduan Suasana Pedesaan di Desa Sumber Gunungkidul

Gunungkidul seolah tiada hentinya melahirkan wisata baru yang eksotis. Salah satu wisata yang kini bisa jadi destinasi baru di Gunungkidul adalah Desa Sumber. Desa yang berada di daerah Girisuko, Panggang, Gunungkidul. Mungkin masih asing ditelingga anda atau para wisatawan dibanding desa-desa pesisir pantai di Gunungkidul. Berada di jalur lalu lintas ke berbagai tempat wisata, membuat masyarakat di Yogyakarta tidak mengenal lebih potensi alam di desa Sumber.

Mantan kepala desa Sumber, Suhadi menuturkan bahwa nama desa Sumber diambil karena melimpahnya air di desa itu. Hal ini tentu berbeda dengan kebanyakan desa yang berada di Gunungkidul yang kering. Suhadi juga menambahkan bahwa sumber air yang ada di desa Sumber ini ditemukan di dekat sebuah hutan di desa Sumber. Suhadi juga mengatakan bahwa, para warga setempat langsung membuat pipa-pipa saluran untuk menyalurkan air ke rumah-rumah penduduk dari mata air yang terus mengalirkan air tersebut. Sumber mata air ini tidak pernah kering dan terus mengalirkan air yang bersih, oleh sebab itu desa ini dinamakan desa Sumber.

Untuk menuju ke Desa Sumber, Anda akan melewati jalan Imogiri. hanya perlu mengikuti jalan Imogiri hingga sampai bertemu pertigaan Jalal Bibal, lalu belok ke kiri. Sambutan penduduk desa yang ramah akan menjadi suatu hal yang Anda temui. Di desa Sumber tersebut, jalan aspal yang berkelok serta keceriaan anak-anak yang sedang bermain bola di atas bukit kecil menjadi pemandangan yang akan mengingatkan masa kecil anda.

Suasana khas pedesaan yang sejuk serta ramah, menjadi hal yang menentramkan hati ketika berkunjung ke desa ini. Antara lain pemandangan warga yang baru pulang dari ladang di sore hari menaiki truk panen. Obrolan ringan dan candaan merek  memperlihatkan betapa rukun kehidupan satu sama lain di desa tersebut.

Senja hari yang jingga juga bisa menjadi pemandangan yang sangat apik. Apalagi ditambah para penggembala yang menggiring ternak kesayangan menuju kandang menjadikan suasana damai di desa tersebut. Keesokan paginya Anda dapat menikmati udara pagi yang segar dan sejuk. Menuju ke sebuah bukit kecil yang terletak di ujung desa Sumber, Anda bisa menikmati sunrise yang megah dan menawan.

Terhalang oleh ranting-ranting pepohonan yang rindang, membuat sunrise di pagi hari memendarkan cahaya yang semakin tampak artistik. Kicauan burung di pepohonan menambah tenang suasana pagi hari. Jalanan aspal yang bersih dan berkelok, serta pepohonan cemara hutan yang berjajar dengan rapi di kiri kanan jalan, membiaskan sudut jalan yang nampak eksotis.

Cahaya matahari pagi yang masuk melalui celah pepohonan sangat cocok untuk menemani perjalanan pagi anda. Selain keindahan desa dengan panorama alaminya, desa Sumber mempunyai banyak potensi yang dikelola oleh warga sekitar. Seperti beternak Jangjrik, beternak ayam hingga itik dan seni tradisional Jathilan. Cuaca dan suhu udara pegunungan yang cocok untuk jangkrik, menyebabkan jangkrik disini dapat berkembang cepat dan baik. Beternak jangkrik inilah yang kini terus ditekuni warga desa Sumber. Potensi alam yang masih natural di desa tersebut dapat dinikmati pengunjung sembari bercengkerama dengan penduduk sekitar di sebuah pondok warung yang disediakan warga untuk beristirahat.

Baca Lengkapnya :

tribunnews.com

Post Comment


9 + 1 =