1872751614
Berita Jogja

Kemarau, 45.230 Warga Gunungkidul Mulai Kesulitan Air Bersih

Musim kemarau yang terjadi tiga bulan terakhir ini telah membuat 45.230 warga Gunungkidul, Yogyakarta, mulai kekurangan air bersih. Karena itu, mulai hari ini, pemerintah mulai menyalurkan bantuan air bersih kepada para warga.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Budhi Harjo menyampaikan, dari data yang masuk ke pihaknya, sudah ada permintaan droping air bersih ketujuh kecamatan yakni Panggang, Purwosari, Tepus, Tanjungsari, Paliyan, Rongkop, dan Girisubo. Meliputi 32 desa meliputi 254 padukuhan dengan 9.046 kepala Keluarga atau 45.230 jiwa.

Data tersebut diperoleh dari pendataan masing-masing kecamatan, atas permintaan dari desa yang sudah mengalami kekeringan. Tahun anggaran 2017, BPBD mengalokasikan anggaran sebanyak Rp 600 juta guna droping air.

Titik droping air sesuai koordinasi dengan kecamatan beberapa waktu lalu. Hari ini, mulai disalurkan bantuan kepada kecamatan yang sudah mengalami kekurangan air.

“Dengan 7 unit tangki yang ada, setiap hari disalurkan 28 rit, atau masing-masing tangki setiap harinya menyalurkan 4 rit, dan diserahkan ke lokasi yang sudah ditunjuk by name by address sesuai kesepakatan dengan kecamatan. Warga diperbolehkan mengambil di lokasi yang ditunjuk, ” imbuhnya.

Dihubungi secara terpisah, Dendi Prasetya, warga Desa Jerukwudel, Kecamatan Girisubo mengaku dalam beberapa minggu terakhir sudah membeli 2 tangki air dengan isi 5000 liter.

Pembelian air ini dilakukan karena Penampungan Air Hujan (PAH) miliknya sudah habis. Sedangkan sambungan air dari PDAM mulai digilir.

“Jika musim kemarau panjang seperti dua tahun lalu bisa membeli sampai 10 tangki, per tangkinya bisa digunakan untuk mencukupi kebutuhan selama 3 minggu. Tahun lalu, karena kemarau basah, kami tak membeli air dari tangki swasta,” imbuhnya.

Baca Lengkapnya :

kompas.com

Post Comment


9 + 7 =