jumlah-pengangguran-terbuka-di-yogyakarta-naik-0-21-5RN
Berita Jogja

Jumlah Pengangguran Terbuka di Yogyakarta Naik 0,21%

Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tahun ini bertambah. Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, mencatat pada Agutsus 2016 TPT di DIY sebanyak 2,72 % dari jumlah penduduk, sedangkan pada Februari 2017 menjadi 2,84% atau naik 0,21%.

Dari jumlah itu kebanyakan adalah pengangguran terdidik. Meski begitu jika dibandingkan dengan TPT nasional TPT DIY lebih rendah. Sebab, TPT nasional sebesar 5,53%. Minimnya industri di DIY diduga menjadi penyebabnya.

Untuk itu, berbagai upaya terus dilakukan pemerintah setempat guna menekan angka pengangguran ini. Di antaranya dengan menggelar job fair. Baik yang dilakukan instansi setempat maupun bekerja sama dengan pihak lain, termasuk perguruan tinggi.

“DIY bukan kota industri, sehingga lowongan dan serapan kerja relatif kecil,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sleman Untoro Budiharjo yang mewakili kepala Disnakertran DIY saat membuka Job Fair UII 2017, di kampus Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta Jalan Kaliurang KM 14,5 Ngaglik, Sleman, DIY, Sabtu. Job Fair UII 2017 ini berlangsung pada Sabtu-Minggu (26-27/8/2017) kemarin.

Untoro menjelaskan, hal lain yang mempengaruhi TPT di DIY, karena DIY merupakan kota pendidikan. Sehingga pelajar, mahasiswa serta lulusannya juga banyak. Dengan kondisi tersebut tentunya jumlah pencari kerja tidak sebanding dengan lowongan kerja yang ada.

Dampaknya jumlah pencari kerja, termasuk para alumni atau lulusan perguruan tinggi tidak akan tertampung di dalam dunia kerja. “Karena itulah , agar pengangguran bisa dikurangi dan diturunkan. Selain dengan menggelar job fair juga melakukan kerjasama dengan berbagai perusahaan yang ada di luar DIY,” paparnya.

Untuk itu, memberikan apresiasi kepada UII yang menggelar job fair. Sebab secara tidak langsung acara tersebut membantu instansinya dalam mengatasi masalah pengangguran, terutama para pengangguran terdidik.

Rektor UII Nandang Sutirsno menambahkan, selain lowongan kerja yang cukup terbatas, penyebab lain terjadinya pengangguran terdidik lantaran masih adanya kesenjangan informasi antara perusahaan pengguna dan pencari
kerja. Hal ini terjadi karena kurangnya media penyampaian informasi pada para pencari kerja.

Baca Lengkapnya :

sindonews.com

Post Comment


4 + 8 =