pameran-ISI-370x208
Berita Jogja Event

Jogja Jadi Tuan Rumah Indonesian Kriya Festival 2017

Kota Jogja dipercaya oleh Badan Ekonomi Kreat+if Indonesia untuk menghelat dua kegiatan dari 16 subsektor yang menjadi fokus pengembangan ekonomi kreatif. Dua kegiatan tersebut diantaranya adalah Indonesian Kriya Festival 2017 dan Jogja Kreatif Musik.

Ketua Pelaksana Indonesian Kriya Festival (Ikrafest) 2017, Arif Suharsono mengungkapkan, Kota Jogja dipilih sebagai tuan rumah karena dianggap sebagai pusat perkembangan industri kriya di Indonesia. Menurutnya, sejarah telah membuktikan Kota Gudeg adalah kawah candradimuka yang berhasil melahirkan kreator-kreator inovatif di bidang kriya.

“Mereka banyak yang bekerja dengan modal pendidikan otodidak yang lahir dari warisan masa lalu. Ada banyak sentra kerajinan di Kota Jogja seperti Kotagede dengan industri peraknya, dan Prawirotaman serta Tamansari yang melahirkan sentra batik,” jelas Arif Suharsono saat jumpa pers di salah satu rumah makan di daerah Giwangan, Umbulharjo, Senin (21/8/2017).

Ia melanjutkan, dalam Ikrafest 2017 akan ada beberapa agenda seperti Talkshow, Masterclass, Workshop yang menghadirkan tokoh-tokoh dalam dunia kriya seperti Timbul Raharjo (Dosen Jurusan Kriya Institut Seni Indonesia) dan Komaruddin Kudiya (Ketua Umum Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik Indonesia).

“Nantinya dari beberapa kegiatan tersebut akan ada output seperti pembentukkan Forum Komunikasi Kriya Indonesia, Asosiasi Kriya Indonesia, dan Rumah Desain Kriya. Selama ini soalnya belum ada asosiasi bertaraf nasional dalam dunia kriya, sementara Rumah Desain Kriya nantinya akan berfungsi sebagai tempat konsultasi,” tambahnya.

Selain Talkshow dan Masterclass, imbuh Arif Suharsono, pihaknya juga akan menyelenggarakan Pameran Produk Kriya Unggulan. Pameran Produk Kriya Unggulan akan menghadirkan berbagai karya dari berbagai bahan seperti rotan, keramik, dan batik.

Sama seperti Ikrafest, dalam Jogja Kreatif Musik, akan ada Talkshow, Workshop, dan Masterclass yang menghadirkan beberapa tokoh musik seperti Dwiki Darmawan (musisi), Adib Hidayat (Jurnalis Majalah Rolling Stone Indonesia) dan Djaduk Ferianto (musisi).

“Harapannnya dari semua kegiatan tersebut bisa menghasilkan sebuah musik yang khas dan berkarakter Indonesia. Kita harus menyaingi Jepang dan Korea yang sudah memiliki musik pop sendiri. Kita pun wajib memiliki pop ala Indonesia,” jelas Ketua Pelaksana Jogja Kreatif Musik, Sukoco.

Ikrafest 2017 dan Jogja Jogja Kreatif adalah bagian dari pelaksaan Bekraf Creative Labs (BCL) yang fokus pada dua subsektor industri kreatif, yakni kriya dan musik. Bekraf Sendiri telah menetapkan 16 subsektor untuk pengembangan ekonomi kreatif Indonesia.

16 subsektor itu diantaranya adalah game, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, fashion, desain produk, film, fotografi, kriya, kuliner, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukkan, seni rupa, dan televisi.

Baca Lengkapnya :

harianjogja.com

Post Comment


2 + 3 =