goa braholo
Berita Jogja

Berwisata Sejarah Purba di Goa Braholo Gunungkidul

Pesona alam di kabupaten Gunungkidul memang tak pernah habis. Apalagi kabupaten yang ada disisi timur Jogja ini memiliki banyak goa di perut buminya. Goa Braholo salah satunya. Goa ini berada di Dusun Semugih, Rongkop, Gunungkidul, DIY, yang berjarak sekitar 25 kilometer ke arah timur dari Kota Wonosari. Cukup memerlukan waktu dua jam perjalanan menggunakan sepeda motor untuk mencapai Goa Braholo. Berada di ketinggian 357 mdpl, pengunjung harus naik deretan anak tangga yang menanjak agar dapat sampai ke mulut goa. Goa Braholo ini memiliki lebar ruangan kurang lebih 39 meter dengan panjang 30 meter. Secara keseluruhan luasannya mencapai 1.172 meter.

Saat menginjakan kaki pertama di Goa Braholo akan nampak bekas ekskavasi atau penggalian. Goa Braholo merupakan lokasi ekskavasi yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Arkeologi Nasional pada tahun 1994. Proyek ini berada di bawah pimpinan Prof. Harry Truman Simanjuntak, seorang pakar arkeologi asal Universitas Indonesia (UI). Proyek  ini berakhir pada tahun 2000. Hal ini ter tertera pada keterangan tentang proyek ekskavasi ini tercantum pada papan kayu yang terpasang di pintu masuk Goa Braholo.

Dalam proyek ini, tim arkeolog berhasil menemukan enam kerangka manusia purba. Keenam kerangka tersebut ditemukan dalam kondisi utuh. Selain itu, para arkeolog juga menemukan berbagai peralatan yang digunakan oleh manusia purba. Penemuan berbagai artefak ini dilakukan di 14 kotak ekskavasi. Tim arkeolog menemukan berbagai peralatan dan sisa makanan dari zaman purba. Beberapa di antaranya adalah serut penusuk, fosil kayu, tulang-tulang kayu besar, mata panah, cangkang kerang dan sisa biji-bijian yang sebagian terbakar.

Pengelola Goa Braholo bernama Kusno (60)  yang juga pemilik tanah menjelaskan, bahwa saat ekskavasi dilakukan oleh tim arkeolog, dirinya ikut terlibat membantu. Tanah di dalam Goa Braholo, sambung Kusno, digali sedalam tiga hingga tujuh meter oleh tim arkeolog. Dari lokasi tersebut ditemukanlah enam kerangka manusia purba. Kusno juga membeberakan bahwa dirinya sempat melhat kerangka manusia purba yang ditemukan. Ukuran dari tengkorak kepala manusia purba ini lebih besar daripada tengkorak manusia jaman sekarang.Hanya saja tulang lainnya berukuran lebih kecil dari manusia masa sekarang. Kusno juga menambahakan bahwa ketika ditemukan, manusia purba dalam posisi duduk, kaki ditekuk dan punggungnya nempel satu dengan yang lainnya.

Kusno juga menambhakan, jika kerangka manusia purba yang ditemukan di Goa Braholo disimpan di Museum Punung, Pacitan, Jawa Timur. Sedangkan di Goa Braholo, sudah tak ada lagi peninggalan manusia purba. Tak banyak pengunjung yang tertarik mengunjungi goa Braholo ini. Padahal di dalam Goa Braholo ini tersimpan sebuah cerita tentang kehidupan manusia yang berumur puluhan atau ratusan juta tahun yang lalu. Kusno juga mengatakan bahwa biasanya yang datang ke Goa Braholo ini adalah dari sekolah atau mahasiswa dari luar negeri. Hal ini karena mereka tertarik dengan sejarah yang ada di goa tersebut. Namun sayang tidak ada lagi gambaran utuh mengenai proses ekskavasi atau penampakan manusia purba di Goa Braholo. Barangkali kalau ada bisa lebih banyak lagi pengunjung yang datang ke goa ini. Kusno berharap agar pemerintah mau memberi perhatian terhadap Goa Braholo. Pasalnya, potensi Goa Braholo besar untuk dikunjungi oleh wisatawan. Selain karena sejarah manusia purba di Goa Braholo, lingkungan di sekitar goa pun juga tampak asri dan indah dengan rerimbunan pohon yang meneduhkan.

Baca Lengkapnya :

Sumber, Foto

Post Comment


4 + 6 =